bahan eXe
siti azizah
Selasa, 21 Maret 2017
Senin, 02 Januari 2017
review buku pembuktian sains dalam sunah
REVIEW BUKU
PEMBUKTIAN SAINS DALAM SUNAH
Diajukan
untuk memenuhi tugas mandiri
Mata
Kuliah : Keterpaduan Islam dan IPTEK
Dosen
Pengampu : Edy Chandra,

Disusun
oleh :
Nama : Siti Azizah
NIM : 1413162042
Kelas : Bio-C/VII
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN IPA BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2016
PENYUSUN REVIEW BUKU
Nama :
SITI AZIZAH
NIM :1413162042
Jurusan : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Prodi : TADRIS IPA Biologi
Semester : VII
KETERANGAN SUMBER BUKU
Judul :
Pembuktian Sains dalam Sunah
Penulis : Dr. Zaghlul An-Najjar
Editor : Tim Redaksi Pustaka Hidayah
Cetakan : 2007
Tebal buku :
260 hlm
BAB I : PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Risalah-risalah
langit adalah petunjuk Allah Swt bagi manusia dari berbagai permasalahan dimana
manusia tidak mungkin membuat konsep dan prinsip yang benar dalam menghadapi
permasalahan tersebut karena sudah masuk dalam area metafisis mutlak yang tidak
mungkin dapat dicapai oleh manusia kecuali harus dengan wahyu dari langit. Atau
karena permasalahan tersebut sudah masuk dalam area rambu-rambu perilaku yang
selamanya tidak akan dapat dibuat sendiri oleh manusia secara benar. Misalnya,
persoalan-persoalan akidah (metafisis mutlak), ibadah (perintah Ilahiah
mutlak), akhlak dan mu’amalah
(rambu-rambu perilaku). Dan semua ini merupakan persoalan-persoalan yang jika
digeluti oleh manusia tanpa hidayah Tuhan yang murni, maka ia akan tersesat
jauh.
Jika
kita amati persoalan-persoalan ini di dalam Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya,
maka jelas sekali disana bahwa Alquran tidak mungkin merupakan hasil karya
manusia, akan tetapi Alquran adalah firman Allah Yang Maha Pencipta. Adapun
nabi serta rasul terakhir (Nabi Muhammad SAW) yang menerima Alquran tersebut
merupakan orang yang tersambung dengan wahyu dan diberi pelajaran oleh Sang
Maha Pencipta langit dan bumi.
Inilah
buku yang menurut saya, diharapkan bakal membangkitkan minat lebih jauh
terhadap berbagai persoalan-persoalan dalam kehidupan. Dari penjelasan
pendahuluan tentang persoalan kehidupan yang terdapat solusinya dalam Alquran
yang penulis paparkan, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana pembuktian
sains dalam sunah itu? Dengan harapan kita bisa mendapatkan pengetahuan serta
menambah keimanan kita terhadap Allah Swt.
B. Rumusan
Masalah
1. Menjelaskan
tentang apa saja kandungan buku “zikir dan kontemplasi dalam Tasawuf”?
2. Apa
yang di garisbesarkan penulis pada buku “zikir dan kontemplasi dalam Tasawuf”?
3. Apa
kelebihan dan kekurangan dari segi penulisan dan penggambaran buku “zikir dan
kontemplasi dalam Tasawuf”?
BAB II : ISI BUKU
“Zikir
dan kontemplasi dalam tasawuf”. Buku karangan Dr. Mir Valiuddin ini memiliki 8
bab diantaranya Penyucian jiwa, membersihkan hati, zikir dan doa, berbagai
metode zikir, berbagai metode zikir tarekat chisytiyyah, mengosongkan sirr,
mengosongkan sirr 2, pencerahan ruh. Dibawah ini akan dijelaskan inti dari bab
yang sudah disebutkan.
Penyucian Jiwa
Dalam
bab ini dijelaskan cara-cara penyucian jiwa. Penyucian jiwa berarti menghiasi
diri dengan sifat-sifat terpuji, sesudah membersihkannya dari sifat-sifat
tercela dan hewaninya. Cara membersihkannya diantaranya penyucian kalbu. Yang
dimaksud dengan menyucikan kalbu ialah menghapus darinya kecintaan pada dunia
fana ini, kekhawatirannya atas berbagai macam kesedihan dan kedukaan,
kecenderungannya pada hal-hal duniawi serta segenap pikiran muluk-muluknya yang
sia-sia. Kemudian adalah pengosongan sirr, ini berarti mengosongkan sirr dari
segala macam pikiran yang bakal menyimpangkannya dari ingat kepada Allah atau
zikir. Dan pencerahan ruh yaitu berarti mengisi jiwa dengan visi tentang Allah
dan gelora cinta-Nya.
Dalam
bab ini terdapat 3 sub bab yaitu nafs, penyucian nafs dan sifat-sifat nafs.
Pada sub bab nafs, dijelaskan nafs secara harfiah yang berarti esensi dan
esensi sesuatu disebut jiwa sesuatu atau realitas. Nafs secara terminologi
berarti jiwa jasmani atau hawa nafsu. Sub bab yang kedua yaitu penyucian nafs.
Pada sub bab ini dijelaskan penyucian nafs yaitu dengan pengekangan diri mutlak
dan sama sekali tidak menghindarkan diri dari Allah. Penyucian nafs mustahil
dilakukan tanpa mengamalkan pengekangan diri, kerja keras dan
kesungguh-sungguhan.
Membersihkan Hati
Membersihkan hati bermakna menghapus
darinya kecintaan pada dunia dan hal-hal duniawi serta menghilangkan darinya
segenap kesedihan, kedukaan dan kekhawatiran atas segala sesuatu yang tidak
berguna. Hal diatas adalah inti dari pembahasan pada bab 2. Para syaikh tarekat
berpandangan bahwa semakin manusia tenggelam dalam berbagai urusan duniawi dan
sibuk dengan hal-hal material, maka ia semakin beroleh banyak kesulitan dan
bertambah kesal. Maksud dan tujuan Allah mengutus para Rasul kepada umat
manusia ialah menjauhkan manusia dari dunia yang fana dan mengantarkannya
menuju Realitas Hakiki. Untuk membersihkan hati adalah perlu untuk secara terus
menerus dan sadar merenungkan kebenaran-kebenaran di atas. Yang demikian ini
bisa membantu melahirkan perubahan dalam sikap mental seseorang. Kalau tidak,
ia akan tetap saja, sebagaimana yang dikatakan Al-Qur’an : “mereka mengetahui yang lahir saja dari
kehidupan dunia. Tetapi tentang akhirat mereka tiada peduli.”(QS. 30: 7)
Terdiri dari sub bab bimbingan
syaikh yang didalamnya berisi cara mengajarkan praktik-praktik sufi yang sesuai
dengan tempramen dan kecenderungannya. Dengan demikian, secara bertahap dan
dengan cara yang mudah. Dan sub bab zikir yang didalamnya berisi makna zikir
sebagai metode paling efektif untuk membersihkan hati dan mencapai kehadiran
Ilahi. Objek segenap ibadah ialah mengingat Allah dan hanya terus menerus
mengingat Allah (dzikr) sajalah yang bisa melahirkan cinta kepada Allah serta
mengosongkan hati dari kecintaan dan keterikatan pada dunia fana ini. Yang
dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang di dalamnya tidak ada
berbagai perasaan yang mengganggu ketenangan jiwa, dan yang terbebas dari
segala sesuatu selain Tuhan, yang bisa mengalihkan perhatian.
Zikir dan Doa
Menurut
mujtahid, mkna “mengingat” Allah adalah “apa saja yang tidak bisa dilupakan
dalam keadaan bagaimanapun”. Ini sama dengan yad-dasyt atau “terus-menerus
mengingat” sebagaimana kaum sufi besar menyebut kebiasaan ini. Melupakan Allah
sama artinya dengan melupakan diri sendiri. Ini berarti bahwa berpaling dari
mengingat Allah menyebabkan diri dikuasai oleh setan (atau kekuatan-kekuatan
bukan Tuhan) yang setiap saat mendorong seseorang serta membisikkan berbagai
kejahatan ke dalam hati. Sub bab beberapa zikir penting, berisi tentang
beberapa zikir diantaranya salat, membaca Al-Qur’an, melantunkan asmaul husna,
mengucapkan tahlil, takbir, syahadat, isti’adzah, dan mendoakan Nabi Muhammad
SAW atau durud semuanya termasuk dalam zikir atau mengingat Allah. Dan hadits
Nabi Muhammad memberi tahu kita,”Hari kiamat akan terjadi jika
Allah,Allah,Allah tidak disebut-sebut lagi di muka bumi”. Bencana tidak akan
menimpa seseorang yang yang mengucapkan Allah,Allah,Allah.
Sub
bab metode-metode membersihkan hati, berisi tentang metode membersihkan hati
yaitu dengan cara ketika berwudhu sambil berniat membersihkan lahir dan bathin,
selama melakukan wudhu hendaknya dibaca kalimat syahadat. Kemudian dalam buku
ini dianjurkan untuk salat malam yaitu salat tahajjud. Ini bisa mendekatkan
diri pada kedekatan Allah dan rahmat-Nya, inilah juga yang menyebabkan
dosa-dosa diampuni serta menyelamatkan kita dari berbagai dosa. Buku ini
menginstruksikan agar seseorang mempersembahkan ganjaran dan pahala salat malam
kepada semua wali, kedua orangtua dan seluruh pengikut Nabi, ia juga mesti
memohonkan berkah dari Allah untuk orang-orang yang sudahmeninggal dunia. Bagi
dirinya, ia mestilah tidak meminta apapun dari Allah melainkan diri-Nya
sendiri.
Berbagai metode zikir : tarekat Qadariyyah
dan Naqsyabandiyyah
A. Tarekat
Qadariyyah
Dalam
tarekat ini, zikir dilakukan dengan keras (yakni bersuara) tetapi tidak terlalu
keras. Zikir utama tarekat ini adalah laa ilaaha illallah. Zikir al-khafi atau
zikir diam laa ilaaha illallah bisa dilakukan dengan cara serupa yang ditempuh
untuk zikir keras. Metode yang digunakan yaitu dengan memperhatikan tarikan
napas. Zikir ini dikenal dengan zikir berupa menjaga pernapasan, dan sangat
efektif dalam menghilangkan perasaan munafik dan bisikan-bisikan jahat dan
mempunyai aspek-aspek lainnya juga. Zikir al-khafi mempunyai efek-efeknya
sendiri yang mencerahkan: ia menyulut api kerinduan pada Allah, membina
kecintaan pada Allah dalam hati, melahirkan perenungan serta memungkinkan sang
dzakir lebih mengutamakan Allah ketimbang segala sesuatu lainnya.
B. Tarekat
Naqsyabandiyyah
Dalam
tarekat ini, diyakini bahwa waktu luang seseorang itu sangatlah berharga dan
bernilai serta tidak boleh dibiarkan berlalu sia-sia begitu saja. Yang
dilakukan pertama kali adalah seseorang mesti menyingkirkan berbagai macam
gangguan dari hatinya, lalu membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang
menyebabkan timbulnya kebingungan bathin seperti marah, lapar, dll. Dalam zikir
laa ilaaha illallah, kondisi paling penting ialah penafian gagasan bahwa tidak
ada tuhan yang berhak dan pantas disembah selain Allah. Dalam tarekat ini juga
diamalkan zikir laa ilaaha illallah. Zikir lainnya yang dilakukan oleh para
sufi dalam tarekat ini disebut zikir al-Masyiy al-Aqdam yakni mengingat Allah
sambil berjalan kaki. Kemudian ada juga zikir al-itsbatnal-Mujarrad atau zikir
berupa “penegasan saja” yakni zikir nama Allah tanpa penegasan atau penafian.
Semakin banyak zikir ini dilakukan maka ia akan semakin bermanfaat.
Berbagai metode zikir tarekat
Chisytiyyah
Dalam
tarekat chisytiyyah, sebelum syaikh memberikan perintah lebih jauh kepada
murid, ia menyuruhnya untuk berpuasa sehari, terutama pada hari kamis. Kemudian
syaikh menyuruhnya untuk mengucapkan istighfar dan durud sepuluh kaliserta
membaca QS An-Nisa ayat 103. Para syaikh dalam tarekat chisytiyyah menganjurkan
metode zikir berikut ini : sang murid mesti duduk dengan lutut terlipat atau
duduk bersila dan menghadap kiblat. (ia tidak harus berwudhu terlebih dahulu)
ia mesti duduk dengan tegak, menutup kedua matanya dan meletakkan kedua
tangannya di atas lututnya dan mengingat Allah. Perlu kiranya diperhatikan 7
macam kondisi yaitu keadaan antara, zat, sifat, perpanjangan, penekanan, bawah
dan atas. Yang dimaksud dengan ‘keadaan atara’(barzakh) adalah bentuk kiasan
syaikh. Yang dimaksud ‘zat’ adalah dzat wujud mutlak. Yang dimaksud ‘sifat’
adalah 7 sifat utama Allah. Yang dimaksud ‘pemanjangan’ adalah pemanjangan kata
laa (manakala dilakukan zikir khafi dan itsbat). Yang dimaksud ‘penekanan’
adalah penekanan yang dikenakan pada kata-kata illallah atau pada kata Allah.
‘dibawah’ menunjukkan bahwa manakala sedang berlangsung zikir nama Allah. Yang
dimaksud ‘atas’ adalah bahwa zikir atas nama Allah mestilah dirampungkan dalam
otak.
Anggota-anggota
tarekat chisytiyyah mengamalkan zikir pas-i-anfas atau zikir menjaga napas
sebagai berikut : sang dzakir mengucapkan laa ilaaha dalam napas yang
dihembuskan. Dan illallah dalam napas yang dihirup, dengan lidah hati. Artinya
penafian dilakukan ketika napas keluar dan penegasan dilakukan ketika napas
masuk. Zikir menjaga napas dilakukan dalam hati saja dan tidak dengan lidah
jasmani. Sedangkan ulama fiqih menolak kesahihan zikir dalam hati. Akan tetapi,
zikir atau mengingat Allah dipertentangkan dengan kelalaian, yang karenanya
hanya merupakan sebuah sifat khas hati. Zikir mestilah dilakukan dengan lidah
juga hati. Syah Aklimullah menegaskan bahwa ada dua hal yang mesti dicamkan.
Yang satu ialah menahan napas dan yang lain ialah menghentikan napas. Ada 2
macam menahan napas: mengosongkan dan mengisi. Yang dimaksud dengan
mengosongkan ialah menarik napas dalam lambung dan menarik pusar menuju punggung.
Pengalaman para sufi ialah bahwa menahan napas banyak memberikan manfaat.
Umpamanya saja, kemunafikan dalam jiwa bisa dihilangkan. Perasaan gembira dan
bahkan ekstase bisa dialami.
Satu,
zikir khusus yang diamalkan dengan mengucapkan “wahai Engkau yang bersamaku”.
Zikir berikutnya disebut zikir al-Kulliyat dengan menggunakan kata-kata :
“bersama-Mu segala sesuatu, dari-Mu segala sesuatu, kepada-Mu kembali segala
sesuatu, wahai Yang Maha Segalanya”. Zikir khusus ketiga, yakni “Wahai Engkau
yang meliputi segala sesuatu, secara lahir maupun bathin”.
Mengosongkan Sirr (Takhalliyyah
As-Sirr)
Untuk mengosongkan sirr, diperlukan
‘kontemplasi’ (muraqabah). Kata muraqabah berasal dari kata raqib yang berartiseorang
penjaga, atau seorang pengawal. Menurut para sufi terkemuka, sirr adalah sebuah
organ penglihatan mistis, persis seperti hati (qalb) dan ruh adalah tempat
cinta Ilahi. Para sufi yang berpandangan bahwa sirr adalah sesuatu atau
substansi yang khusus, percaya bahwa sirr adalah fakultas yang lebih tinggi
daripada hati dan ruh. Sebagian sufi berpandangan bahwa sirr bermakna konsepsi
lembut dan halus yang tersembunyi di relung-relung kedalaman ruh. Seorang arif
dengan jelas membedakan antara berbagai fungsi dari lathifah-lathifah atau
fakultas-fakultas ini. Katanya, fungsi nafs ialah mengabdi, fungsi hati ialah
mencintai, fungsi ruh ialah mencari kedekatan dengan Allah dan fungsi sirr
ialah melenyapkan diri dalam pandangan Allah. Muraqabah adalah kesadaran
tentang Allah yang senantiasa mengawasi kita di saat kita tenggelam dalam
berbagai kesibukan sehari-hari. Kontemplasi batiniah adalah mencegah hati dari
memikirkan segala sesuatu apapun, membebaskannya dari segenap pikiran sia-sia,
di saat duduk atau berbaring, dalam keramaian atau sendirian, dan menjauhkannya
dari memikirkan masa lampau atau masa depan.
a. Kontemplasi
menurut tarekat Qadariyyah
Satu,
kontemplasi atas kehadiran Allah, secara diam-diam, sang penempuh jalan
spiritual mengucapkan kata-kata,”Allah hadir denganku, Allah melihatku, Allah
bersamaku”. Dua, “Allah bersamaku”, yang direnungkan adalah ayat Al-Qur’an
berikut ini :’Dia bersamamu dimana saja kamu berada’. Kini ia berpegang teguh pada
keyakinan bahwa Allah bersamanya. Tiga, kontemplasi atas ayat
Al-Qur’an:’kemanapun kamu menghadap, disana ada wajah Allah (QS Al-Baqarah ayat
115)’. Karena Allah meliputi segala sesuatu, maka Dia hadir dalam segala
sesuatu.
b. Tarekat
Chisytiyyah
Satu,
kontemplasi berupa Allah hadir, Allah maha melihat dan Allah bersamaku. Sang
penempuh jalan spiritual mestilah berpandangan bahwa Allah senantiasa bersama
dirinya dan bahwa mustahil Allah berpisah darinya. Dua, kontemplasi kenaikan
kaum arif, disini anda mesti memahami bahwa segenap wujud yang bersifat mungkin
bagaikan cermin. Dan segenap capaianmereka yang bersifat fisikal maupun
spiritual, di dalamnya tak lain hanyalah refleksi dari Nama-nama dan
Sifat-sifat Allah. Tiga, kaum sufi dalam tarekat Chisytiyyah merenungkan
ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini untuk mengosongkan sirr dan mencapai kehadiran
abadi bersama Allah, seperti pada QS Qaf ayat 16 yang artinya “Kami lebih dekat
kepadanya dari urat lehernya”.
Mengosongkan
sirr: kontemplasi dalam tarekat Naqsybandiyyah
Kaum
sufi dalam tarekat Naqsybandiyyah mempunyai cara kontemplasi sendiri. Mereka
menahan napas di bawah pusar untuk sementara waktu dan kemudian, dengan
menggunakan sepenuhnya fakultas-fakultas persepsi, mereka memusatkan perhatian
pada makna yang sederhana, abstrak, dan komprehensifdari kata Allah serta
kemudian menahannya dalam pikiran mereka selama mungkin, menjaganya dan
mempertahankannya. Dalam terminologi mereka menyebutnya dawam al-Hudhur
(kehadiran terus menerus Allah). Kaum sufi dalam tarekat Naqsybandiyyah
menganjurkan mereka yang tidak mampu berbuat demikian untuk berdoa kepada Allah
dan melakukan kontemplasi dengan cara : ‘Ya Tuhanku, Engkaulah tujuan-puncakku.
Aku mendekati-Mu, memisahkan diriku dari segala sesuatu selain-Mu’.
a. Kontemplasi
Kaum Sufi dalam Tarekat Naqsybandiyyah Mujahidiyyah
Kontemplasi pertama dala tarekat ini
disebut Muraqabah al-Ahadiyyat atau kontemplasi Kesatuan Abstrak. Dalam
kontemplasi ini hati menengadah ke langit karena segenap lathifah di ‘alam
perintah’ berasal dari tempat di atas arsy atau ‘singgasana Allah’. Karenanya
manakala hati menoleh ke sumbernya, maka secara alami ia pun menengadah ke
atas. Kontemplasi atas hati, sang penempuh jalan spiritual membayangkan bahwa
hatinya diletakkan persis di hadapan hati Nabi Muhammad SAW.
Kontemplasi atas ruh, sang penempuh
jalan spiritual membayangkan bahwa ruhnya berada persis di hadapan ruh Nabi
Muhammad SAW. Kontemplasi atas sirr, sang penempuh jalan spiritual membayangkan
lathifah sirr-nya sendiri berada di hadapan sirr Nabi Muhammad dan berdoa
dengan penuh keimanan. Kontemplasi atas khafi, sang penempuh jalan spiritual
mestilah merasakan lathifah dari khafi-nya sendiri berada di hadapan khafi Nabi
Muhammad. Kontemplasi atas akhfa, sang penempuh jalan spiritual hendaknya
membayangkan bahwa lathifah akhfa-nya berada di hadapan akhfa Muhammad.
Sang penempuh jalan spiritual yang
mencapai hakikat melalui lathifah ini mengetahui dan menyadari apa yang disebut
baqa’ ba’da al-fana’ atau ‘kebakaan sesudah kefanaan’. Ia dikatakan sebagai
berada ‘dibawah kaki Muhammad’. Warna lathifah ini adalah hijau.
Pencerahan Ruh : Tajalliyyah ar-Ruh
Dalam terminologi kaum sufi, istilah
‘tajalliyyah ar-ruh’ atau ‘pencerahan ruh’ berarti mengisi ruh manusia dengan
pancaran cahaya kesaksian Allah dan gelora cinta-Nya. Menurut Al-Qur’an, ruh
manusia adalah amr atau perintahatau urusan Tuhan, seperti dalam QS al-Isra
ayat 85 yang artinya:’mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Jawablah,’ruh
adalah perintah atau urusan Tuhanku,...’’. ayat ini bisa ditafsirkan sebagai
bermakna bahwa ruh adalah mujarrad atau sebuah ‘entitas abstrak’. Yang dimaksud
dengan ‘perintah Tuhanku’ bermakna bahwa ruh termasuk dalam ‘alam al-amr’ atau
alam perintah dan ‘haqa’ atau keabadian dan bukan termasuk dalam alam ciptaan
serta kemusnahan. Alam perintah adalah juga alam gaib dan sekaligus alam
akhirat.
Kaum sufi menyebut ruh sebagai ruh
dan jiwa sebagai nafs. Menurut kasyi, ruh dalam terminologi kaum sufi adalah
sebuah lathifah dalam diri manusia dan sebuah entitas abstrak. Dalam
terminologi para filosof, ia adalah hembusan yang baik dalam hati. Imam al-Ghazali
mengatakan bahwa tubuh manusia itu laksana lampu, hati manusia seperti sumbu,
jiwa hewani bagaikan api dan ruh manusia seperti cahaya. Satu-satunya perbedaan
adalah bahwa cahaya lampu bergantung pada api, tetapi ruh manusia tidak
bergantung pada jiwa hewani. Ruh manusia adalah sesuatu yang hakiki dan jiwa
hewani bergantung padanya. Ia laksana lampu yang dinyalakan dari cahaya-cahaya
alam gaib. Hati adalah wadah anugerah Allah dan substansi spiritual. Substansi
spiritual ini adalah esensi manusia.
Dengan demikian, ruh bisa dipahami
sebagai satu, jika ditilik dari satu sudut pandang, dan banyak jika ditilik
dari sudut pandang lainnya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa tak ada seorangpun
bisa mengetahui hakikat ruh. Menurut sebagian dari kaum sufi, mustahil
menyucikan jiwa tanpa mencerahi ruh terlebih dahulu. Akan tetapi, sebagian lagi
berpendapat bahwa hal ini bisa dilakukan dengan menyucikan hati terlebih
dahulu. Sebagian besar kaum sufi sepakat bahwa metode paling baik ialah bahwa
nafsu yang menyuruh kepada kejahatan harus ditundukkan terlebih dahulu dan
dikendalikan di bawah berbagai larangan dalam syari’ah. Seseorang mestilah
menyucikan hati dan sekaligus mencerahi ruh pada saat yang bersamaan. Untuk
pencerahan ruh, setiap hubungan yang dijalin oleh ruh, sesudah masuk ke dalam
tubuh, dengan dunia ini melalui indera persepsi dan pengetahuan, haruslah
diputuskan secara berangsur-angsur sebab segenap hubungan dan keterikatan
dengan dunia inilah yang menciptakan hijab atau tirai dan menjauhkan ruh dari Allah.
BAB III : GAGASAN UTAMA PENULIS
Membersihkan
hati
“Membersihkan hati” bermakna
menghapus darinya kecintaan pada dunia dan hal-hal duniawi serta menghilangkan
darinya segenap kesedihan, kedukaan, dan kekhawatiran atas segala sesuatu yang
tidak berguna. Kata “hati” (qalb) mempunyai dua makna : dalam satu arti, ini
adalah nama segumpal daging berbentuk kerucut yang terletak di sebelah kriri
dada dan berongga di dalamnya, mengandung darah serta dianggap sebagai sumber
ruh. Kita tidak membahas hati yang bersifat fisikal disini. Hati yang kita
bicarakan disini adalah wadah untuk menerima rahmat Allah. Substansinya
bersifat spiritual. Substansi spiritual ini adalah esensi manusia. Substansi
ini sajalah yang mempunyai persepsi, pengetahuan dan gnosis atau ma’rifah.
Inilah hati yang diperingatkan, dicela dan dihukum. Hati spiritual ini dengan
segumpal daging berbentuk kerucut tadi memiliki hubungan yang sama sebagaimana
hubungan aksiden dengan tubuh. Karena suatu sifat berkaitan dengan substansi
yang disifati, maka objek yang menempati ruang mempunyai hubungan dengan ruang
yang ditempatinya, dan sebuah alat dengan manusia yang menggunakannya. Hati
inilah yang disebut-sebut sebagai Arsy Allah dan hati inilah yang harus bersih
: “dibersihkan” dalam perjalanan spiritual.
Para syaikh dalam berbagai tarekat
berpandangan bahwa semakin manusia tenggelam dalam berbagai urusan duniawi dan
sibuk dengan hal-hal material, maka ia semakin beroleh banyak kesulitan dan
bertambah kesal. Semakin ia menyibukkan diri dengan memanjakan badannya dan
terus menerus kelewat memperhatikan penampilannya, maka keadaan mentalnya bakal
semakin memburuk, kemampuan spiritualnya memudar, kesucian dan kecemerlangan
hatinya kehilangan semangat, noda dan kegelapan pun makin bertambah. Inilah
sebabnya pengekangan diri dan hidup zuhud menjadi syarat-syarat yang mesti
dipenuhi dalam “kemajuan spiritual” (suluk). Dan menjauhkan diri dari segala
sesuatu selain Allah adalah salah satu dasar di jalan sufi menuju Allah.
Nabi Muhammad merasa heran dengan
orang yang beriman kepada rumah keabadian (yakni keluhuran spiritual) namun
berusaha demi rumah ketertipuan (yakni dunia inderawi dan jasmani): “Sungguh
mengherankan kalau seseorang mestinya menjamin untuk rumah keabadian namun
tetap berusaha dan bersusah payah mencari untuk rumah ketertipuan. Membersihkan
hati mustahil dilakukan kecuali bila cinta dan keterikatan pada dunia
dihilangkan darinya. Dunia itu sendiri tidaklah tercela, sebab dunia adalah
“tempat bercocok tanam atau ladang akhirat” dan sarana untuk mencapainya. Akan
tetapi, cinta pada dunia dan keterikatan kepadanya adalah sebuah rintangan.
Inilah makna ucapan Nabi, “Cinta dunia adalah pangkal dari kesalahan dan dosa”.
Bimbingan Syaikh
Syaikh-syaikh
sufi biasa membimbing dan mendidik murid dalam cara yang konsisten dengan
kapasitas dan psikologinya. Mereka tidak segera menariknya dari keadaan yang
ada pada dirinya, tidak pula mereka meminta sang murid mengerjakan berbagai
latihan ruhani. Mereka mengajarkan kepadanya praktik-praktik sufi yang sesuai
dengan tempramen dan kecenderungannya. Dengan demikian, secara bertahap dan
dengan cara yang mudah, mereka mengantarkan sang murid menggapai tujuannya.
Imam tarekat syadziliyah, Syaikh Abu al-Hasan asy-Syadzili, mengatakan,”Orang
yang membimbingmu dalam dalam cara yang konsisten dengan kesenangan atau
psikologimu sesungguhnya adalah seorang Syaikh sejati.” Ucapan ini sesuai
dengan sabda Nabi,”Agama itu mudah” atau “Bersikaplah lemah-lembut, dan jangan
bersikap keras serta kasar.” Tak dipungkiri lagi, pembimbing spiritual adalah
orang yang dianugerahi kekuatan spiritual dan mukjizati yang bisa menghancurkan
berbagai belenggu diri sendiri melalui kekuatan kemauan dan kehendaknya serta
melahirkan perubahan dalam diri sang murid yang telah memandang realitas
sebagai “permainan dan senda gurau”, sampai mengetahui bahwa : “Tidak ada
tempat lari dari Allah dan tidak ada tempat berlindung kecuali kepada-Nya
semata”.(QS.9:118)
Zikir
Manusia
yang diberkahi dengan pengetahuan batin memandang dzikr,”senantiasa dan terus
menerus mengingat” Allah, sebagai metode paling efektif untuk membersihkan hati
dan mencapai kehadiran Ilahi. Objek segenap ibadah ialah mengingat Allah dan
hanya terus menerus mengingat Allah (dzikr) sajalah yang bisa melahirkan cinta
kepada Allah serta mengosongkan hati dari kecintaan dan keterikatan pada dunia
fana ini. Ajaran islam paling dasar dan paling penting tersirat dalam syahadat
atau “pengakuan keimanan”, laa ilaaha illa Allah, yang berarti tada Tuhan
selain Allah atau tidak ada objek yang layak dan pantas disembah kecuali
Allah”. Dan ini tak lain dan tak bukan ialah terus menerus mengingat Allah. Ruh
doa ialah mengingat Allah. Tujuan puasa ialah menghancurkan sensualitas, sebab
jika hati dibersihkan dari kotorannya, maka ia akan dipenuhi dengan mengingat
Allah. Jadi, dengan dzikr, hati pun dipenuhi cinta pada Allah sedemikian banyak
sehingga tidak ada lagi tempat bagi yang lainnya. Sang murid, sesudah menerima
instruksi tentang dzikr dari syaikh-nya, mestilah menyibukkan diri seacara
penuh dengannya (setelah menunaikan salat wajib). Ia harus tidak mengerjakan
salat sunnat, tetapi mesti membatasi diri dengan dzikr saja, sepanjang siang
dan malam hari, dan pada setiap tarikan napas dengan memandang segala sesuatu
lainnya sebagai petaka dan bencana.
BAB IV : PENDESKRIPSIAN BUKU
Buku
“zikir dan kontemplasi dalam tasawuf” ini memberikan banyak manfaat yaitu
dengan buku ini saya menjadi lebih banyak tahu praktek ibadah-ibadah yang baru
diantaranya seperti zikir dan doa-doa setelah salat dan ibadah sunnah lainnya.
Dr.
Mir Valiuddin, penulis buku ini, sangat terampil dalam mengemas kata-kata dan
bahasa-bahasa untuk buku ini menjadi barang yang bermanfaat. Tentu saja, buku
ini diperuntukkan kepada orang yang sudah dewasa serta memahami Islam dan
memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar. Akan tetapi, saya sendiri tidak
memahami seluruh dari isi buku ini. Ini dikarenakan penggunaan bahasa kiasan
dan bahasa-bahasa majas yang mungkin sebelumnya belum pernah saya pelajari.
Inilah yang menyebabkan saya agak kesulitan dalam membuat laporan buku ini.
Menurut
saya, buku ini memiliki cover yang kurang menarik. Karena yang ditonjolkan pada
cover buku ini adalah judulnya bukan penggambaran dari isi buku. Gambar dari
cover buku ini adalah seorang laki-laki memakai baju muslim yang sedang mengikuti
khutbah jum’at (ini menurut saya). Memang, bagi orang sufi atau tokoh agama,
cover tidaklah penting, tetapi isi dari buku yang lebih penting. Akan tetapi,
menurut saya yang masih termasuk orang awam, cover buku ini kurang menarik.
Untuk
masalah kertas, saya kira setiap buku baik novel ataupun buku pengetahuan
memiliki karakteristik yang sama yaitu tidak terlalu tipis dan tidak terlalu
tebal. Buku ini memiliki tebal yang
sedang yakni 300 halaman. Ini cocok dan pas untuk dibaca bagi pembaca pemula
karena jumlah halamannya tidak terlalu tebal seperti misalnya buku ensiklopedia
yang memiliki ketebalan yang tebal.
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia
yang diberkahi dengan pengetahuan batin memandang dzikr,”senantiasa dan terus
menerus mengingat” Allah, sebagai metode paling efektif untuk membersihkan hati
dan mencapai kehadiran Ilahi. Objek segenap ibadah ialah mengingat Allah dan
hanya terus menerus mengingat Allah (dzikr) sajalah yang bisa melahirkan cinta
kepada Allah serta mengosongkan hati dari kecintaan dan keterikatan pada dunia
fana ini. Ajaran islam paling dasar dan paling penting tersirat dalam syahadat
atau “pengakuan keimanan”, laa ilaaha illa Allah, yang berarti tada Tuhan
selain Allah atau tidak ada objek yang layak dan pantas disembah kecuali Allah”.
Dan ini tak lain dan tak bukan ialah terus menerus mengingat Allah. Ruh doa
ialah mengingat Allah.
B. Saran
Demikian laporan buku yang telah saya
buat. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Kepada penulis buku ini terimakasih atas
ilmu yang telah diberikan melalui buku ini. Dan saya berharap untuk penulis
buku ini untuk terus berkarya. Namun, buatlah karya yang tidak hanya untuk
kalangan berbahasa tinggi, buatlah karya untuk kalangan awam agar orang awam
juga mengerti maksud dari penulis buku ini.
makalah buah-buahan dalam perspektif islam
MAKALAH
BUAH-BUAHAN DALAM ISLAM
Mata kuliah Keterpaduan Islam dan
IPTEK
Dosen
Pengampu: Edy Chandra, S.Si, M.A
Disusun Oleh:
Kusumah
Dewi (1413163085)
Nidha
Illah (1413163051)
Siti
Azizah (1413162042)
Kelas
Biologi C Semester VII
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehidupan di dunia ini tidak lengkap rasanya jika
tidak ada buah-buahan. Kita tidak bisa membayangkan jika kita hidup dalam dunia
yang disekitarnya tidak ada buah-buahan sama sekali. Buah merupakan ciptaan
Allah yang tak sesederhana yang kita pikirkan. Sebenarnya dalam pertumbuhan
sebuah tumbuhan mengalami proses-proses yang amat sangat rumit, yang tidak mudah kita nalar secara sederhana.
Tumbuhan juga makhluk hidup seperti kita manusia.
Tumbuhan juga bernafas setiap hari. Bedanya, jika manusia membutuhkan oksigen
untuk bernafas, tumbuhan memerlukan karbon dioksida saat bernafas. Tumbuhan
juga perlu mendapatkan asupan makanan untuk kehidupan dan perkembangannya.
Untuk kehidupannya tumbuhan hanya memerlukan makanan berupa air, udara, sinar
matahari dan lainnya, berbeda dengan manusia ataupun hewan yang membutuhkan
makanan dari makhluk hidup lainnya.
Di dalam
ayat-ayat Al-Qur`an, Allah menyuruh manusia supaya memperhatikan keberagaman
dan keindahan disertai seruan agar merenungkan ciptaan-ciptaan-Nya yang amat
menakjubkan. Firman Allah dalam QS. Al-An’am: 99 berbunyi
“Dan Dialah
yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu
segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu
tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir
yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan
kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan
yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan
(perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman”.(QS Al-An’am: 99).
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1.
Apakah
Pengertian Buah?
2.
Bagaimana buah
dalam persektif Islam?
C. TUJUAN
PEMBAHASAN
Penelitian
ini bertujuan untuk :
1.
Mengetahui Pengertian
Buah.
2.
Memahami buah
dalam persektif Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Buah
Berikut
ini merupakan salah satu ayat yang menjelaskan mengenai buah-buahan :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ
السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَابِهِثَمَرَاتٍمُخْتَلِفًاأَلْوَانُهَاۚوَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا
وَغَرَابِيبُ سُودٌ)
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah
menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan
yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis
putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”
[35. Surat Fatir: 27]
B.
Macam-Macam Buah
1.
Buah Zaitun
Buah zaitun memiliki nama latinOlea europea L. Sedangkan dalam bahasa
arabnya yaitu Zaitoon, dan dalam bahasa inggris yaitu dikenal dengan sebutan
Olive. Pada umumnya, buah zaitun memiliki banyak manfaat diantara lain dapat
memperkuat otot-otot tubuh, memperlambat efek penuaan, membersihkan darah, mengobati
wasir, TBC, eksim, ginjal, mengurangi kebotakan dan bermanfaat pula bagi
kecantikan yang biasa dikenal dalam bentuk minyak zaitun.
Selain dalam hal kecantikan, Minyak
zaitun merupakan sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat,
minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah; sebaliknya
minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan
pemakaian zaitun dalam hal masak-memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan
panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan
demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag.
Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu.
Penelitian juga telah mengungkapkan
bahwa minyak zaitun memiliki kemampuan tertentu untuk mencegah timbulnya
penyakit urat darah koroner melalui pengurangan level LDL, sejenis kolesterol
yang mengganggu kesehatan, sementara meninggikan tingkat kolesterol yang
bermanfaat untuk kesehatan HDL di dalam darah. Vitamin E, A, D, dan K
dalam darah sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan kadar mineral dalam
tubuh anak-anak dan orang dewasa. Ia memperkuat tulang-belulang dengan cara
menstabilkan kalsium. Minyak zaitun merupakan unsur vital dalam membangun
organisme-organisme tubuh. Unsur-unsur antioksidan semacam ini dan asam-asam
lemak seperti asam linoleik, yang sangat penting bagi manusia, memperbanyak
hormon dan sintesis membran sel-sel biologis. Karena vitamin-vitamin ini
memperbaharui sel, mereka juga digunakan untuk mengatasi keluhan-keluhan yang
terkait dengan usia seseorang dan perawatan kulit.
Di dalam alqur’an terdapat ayat-ayat
yang menjelaskan mengenai buah zaitun diantaranya yaitu Qur'an Surah 6
(Al-An'am) Ayat:99, QS. An-Nahl ayat 11. Berikut ini ialah salah satu ayat yang
menjelaskan buah zaitun.
Allah berfirman :
يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ
وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى
ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu
tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
memikirkan.” (QS. An-Nahl : 11)
Manfaat buah zaitun tidak hanya terbatas pada
asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan
fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam
mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh,
buah zaitun dengan demikian membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia.
Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak.
2.
Buah Anggur
Anggur merupakan salah satu tanaman
yang dikenal umat manusia sejak lama. Anggur sudah dikenal sejak masa
Nabi Nuh as. Tanaman yang berbuah manis dan lezat itu tumbuh merambat ke atas,
berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang
anggur.
Buah anggur ini sangat baik untuk
dimakan baik ketika masih segar ataupun sudah kering. Anggur merupakan buah
yang mudah dicerna, dapat menggemukan, dan dapat menyuplai gizi yang yang
cukup. Anggur hijau maupun merah memiliki khasiat yang sama, keduanya bisa
dimanfaatkan untuk menjadi buah, makanan, minuman, maupun sebagai obat.Sebagai
obat, anggur memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Tahlbah mengungkapkan,
anggur diyakini bisa mengobati batuk, memurnikan darah, membersihkan usus,
pencernaan, bahkan bermanfaat untuk orang-orang yang terkena penyakit lambung.
Tak hanya itu, anggur juga bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang henda
melakukan diet (mengatur pola makanan).
Jus anggur, menurutnya, bisa
membantu penyembuhan dari penyakit hemaroid (wasir), gangguan pencernaan, batu
ginjal dan gangguan kantong empedu. Untuk itu, para peneliti menganjurkan untuk
meminum segelas jus anggur, sebelum sarapan dan sebelum makan malam.Bahkan
meminum segelas anggur sebelum tidur juga bisa membantu anda untuk tidur
nyenyak tanpa insomnia yang mengganggu. Jus anggur juga baik untuk orang-orang
yang keracunan, keletihan atau dalam masa penyembuhan atau terkena batu ginjal
(kencing batu).
Buah yang rasanya lezat itu,
disebutkan dalam Alquran sebanyak 14 kali,terulang 2 kali dalam bentuk mufrod
(‘Inab) dan 9 kali dalam bentuk jama’ (A’naab). Seringkali disebut sebagai
buah-buahan di perkebunan atau taman, seperti dalam Al Baqoroh 266, Al Isro’
91, Al An’am 99, Ar Ro’du 4, Yasin 34. Termasuk buah-buahan yang tumbuh subur
dengan air hujan seperti dalam An Nahl 11 dan Al Mukminun 19, dan Buah-buahan
yang bisa dibuat minuman yang memabukkan seperti dalam An Nahl 67.
Salah satunya adalah pada QS.
An-Nahl ayat 11 yang berbunyi :
يُنۢبِتُ
لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ
ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu
tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
memikirkan.” (QS. An-Nahl : 11)
Buah
Anggur memiliki banyak khasiat bagi kesehatan karena mengandung anti oksidan
dan serat yang tinggi. Disamping memiliki kandungan karbohidrat sederhana, buah
anggur juga mengandung vitamin A, B, C, E dan K (Kalium).
Manfaat
lain adalah bijinya mengandung pycnogenol, penguat kolagen untuk kelenturan
pembuluh darah, dan kulitnya kaya akan zat flavonoid yang berfungsi sebagai
antioksidan yang tinggi. Oleh karenanya ia bisa mencegah kanker colon atau usus
besar. Untuk lafadh ‘Inab (Anggur), hikmah dari pengulangan tersebut adalah
menegaskan makna, menunjukkan manfaat yang banyak, menyesuaikan dengan konteks
penuturan ayat, juga bisa menunjukkan bahwa anggur bermacam-macam jenisnya.
Untuk kata-kata yang berlawanan / berpasangan, memang setelah dihitung oleh
para pemerhati Al Quran, ternyata jumlahnya sama seperti contoh yang di
sampaikan di atas, itu semua tentu saja menunjukkan salah satu segi
kemukjizatan Al Quran.Wallahu A’lam.
3.
Buah
Tin
a. Menurut Sains
Tin adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis
alkalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Zat-zat aktif yang
terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai
untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.
Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah
karbohidrat, protein, dan minyak. Buah Tin juga mengandung yodium, kalsium,
fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta asam malic dan
nicotinic.
Buah Tin muda berwarna kehijauan, seiring dengan
matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman. Buah muda
biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak dengan aneka daging atau
campuran selada. Jika sudah tua dan matang sangat lezat dikonsumsi sebagai buah
meja. Di Timur Tengah maupun Eropa, Tin termasuk buah mewah dan sangat mahal.
Dulunya hanya dikonsumsi kalangan bangsawan atau di saat acara-acara istimewa.
Seiring dengan majunya teknologi pertanian, kini Buah Tin semakin mudah didapat
dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Manfaat buah tin antara
lain yaitu (Ali, 2008):
1)
Kandungan kalium, omega 3danomega 6 bersama fenol dan magnesium pada buah
tin atau Ara membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga
seseorang dari serangan jantung koroner.
2)
Buah Tin atau Ara mengandung serat
makanan (dietary fiber) yang tergolong tinggi, menjadikan buah ini sangat efektif
untuk program penurunan berat badan. Buah Tin merupakan salah satu buah yang
sering dijadikan buah rekomendasi para
ahli diet dan ahli gizi di Amerika dan Eropa.
3)
Serat larut pada buah Tin disebut yang disebut pektin membantu dalam mengurangi
kolesterol darah. Ketika serat ini melewati sistem pencernaan, serat pektin ini
menyapu bola-bola kolesterol dalam usus dan membawanya keluar dari tubuh.
4)
Buah Tin atau Ara dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi karena
buah Tin tinggi akan kalium (potassium), mineral yang berperan mengontrol hipertensi
(tekanan darah tinggi). Beberapa orang kekurangan kalium karena mereka menghindari
makan buah-buahan dan sayur-sayuran dan mengkonsumsi lebih banyak natrium, bahan yang terutama digunakan pada makanan kemasan.
Bagi penderita kencing manis (diabetes), serat yang terdapat di dalam buah Tin
dapat memperlambat proses penyerapan glukosa di ususkecil.
5)
Mengkonsumsi buah Tin atau buah Ara secara rutin dapat membantu mengurangi
risiko kanker payudara dan kanker kolon (usus besar). Di dalam buah Tin
mengandung “polyphenols” yang tinggi; dimana zat ini berfungsi sebagai antioksidan
yang amat penting bagi.
6)
Bila diterapkan pada kulit, buah Tin atau Ara yang dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti
abses (bisul bernanah) dan bisul-bisul.
7)
Buah Tin juga dapat bertindak sebagai
pembersih kulit yang sangat baik; juga membantu dalam mencegah dan menyembuhkan
jerawat (Ali, 2008).
b. Menurut Al-Qur’an
Buah tin atau dalam bahasa
latin disebut juga Ficus carica merupakan sejenis buah yang berasal dari
Asia Barat yang sangat terkenal dalam dunia Islam. Hal ini dikarenakan buah tin
disebut oleh Allah SWT dalam firman Allah SWT dalam Alquran pada surat At-tin
yaitu surat ke 95. Buah tin juga merupakan salah satu buah kesukaan Rasululah
SAW. Diriwayatkan dari Abu Zar r.a.bahwa pada suatu hari,Rasulullah mendapatkan
hadiah satu bekas buah tin, kemudian Nabi Muhammad SAW mengajak sahabat-
sahabat untuk makan dan Nabi pun juga ikut makan seraya berkata "Kalau aku
perkataan tentang buah yang diturunkan dari syurga,niscaya aku katakan inilah
kerana buah- buahan syurga tidak berbiji.Oleh karena itu, makanlah buah ini.
Sesungguhnya buah ini menghentikan penyakit buasir dan menyehatkan badan."
Dari sabda Rasulullah SAW
tersebut, bisa kita simpulkan bahwa buah tin merupakan buah yang berasal dari
syurga dan termasuk buah yang mengandung manfaat di dalamnya dan telah
disebutkan Rasulullah yaitu untuk mencegah penyakit dan menyehatkan badan,
serta untuk menghilangkan toksin yang berbahaya di dalam tubuh manusia. Di
dunia ini, terdapat dua jenis buah tin yaitu buah tin basah dan buah tin
kering. Perbedaan antara kedua jenis buah tin itu hanya pada kadar kalorinya.
Jika pada buah tin kering, mengandung 6 kali kalori lebih banyak dari buah tin
basah (Anonim, 2013).
Buah Tin tidak terdapat di
kota Hijaz dan Al-Madinah, sehingga tidak ada hadist yang menyebutkan buah ini.
Karena tanah tempat tumbuhnya buah ini berlawanan dengan tanah tempat tumbuhnya
pokok kurma. Akan tetapi Allah pernah bersumpah atas nama buah ini dalam
Al-qur’an karena buah ini mengandung banyak khasiat dan kegunaan (Jauziyah,
2004).
Ayat Al-qur’an yang
membahas buah tin yaitu pada surat At-tin surah 95 ayat 1-8, yang artinya:
Demi (buah) Tin dan (buah)
Zaitun. (2) Dan demi Bukit Sinai. (3) Dan demi kota (Mekkah) ini yang aman. (4)
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusiadalam bentuk yang sebaik-baiknya.
(5) Kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (neraka). (6)
Kecuali orang-orang yang berimandan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala
yang tiada putus-putusnya. (7) Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan
(hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? (8) Bukankah
Allah Hakim yang seadil-adilnya? (Q.S At-tin surah 95, ayat 1-8).
Kata tin dalam al-qur’an hanya
disebut satu kali, yaitu dalam surat ini, ada ahli tafsir yang menyebutkan bahwa
tin adalah jenis buah yang terdapat di Timur Tengah. Kata zaitun disebut empat
kali dalam Al-qur’an. Tidak semua ahli tafsir sependapat bahwa yang di maksud
Tin dan Zaitun adalah nama buah. Ada yang berpendapat bahwa Tin adalah nama bukit
tempat Nabi Ibrahim a.s menerima wahyu, sedangkan Zaitun adalah nama bukit di
daerah Yerusalem tempat nabi Isa menerima wahyu. Jadi, Tin dan Zaitun adalah dua
tempat yang di anggap bersejarah (Amiruddin, 2004).
Tin dan Zaitun ialah dua tempat,
yang di masing-masing tempat itu Allah telah membangkitkan Nabi-nabi utusan-Nya,
Rasul-rasul yang terkemuka, mempunyai syariat yang besar-besar. Pertama tempat
yang di sana banyak tumbuh Tin dan Zaitun.
Itulah Baitul-Maqdis. Di sanalah Tuhan mengutus Isa bin Maryam (Ghoffar, 2007).
Para ahli tafsir berbeda pendapat
tentang sumpah Allah SWT dengan Tin dan Zaitun. Sebagian dari mereka berpendapat
bahwa sumpah itu berkenaan dengan keduanya secara dzatiyah yakni Tin dan Zaitun,
karena banyaknya kegunaan masing-masing keduanya disebut disebabkan oleh adanya
peristiwa agung yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia (Nabi Adam), bernaung di bawah pohon Tin di
surga. Adapun ketika tampak aurat istrinya, keduanya segera menutupi aurat masing-masing
dengan daun pohon Tin (Mahran, 2005).
Hampir seluruh ahli tafsir
sependapat kalau yang dimaksud ThurSinin pada ayat ke 2 dan 3 adalah bukit Tursina
atau yang lebih dikenal dengan nama bukit Sinai, yaitu bukit yang berada di
Palestina, tempat Nabi Musa menerima wahyu, sementara yang dimaksud Baladil Amiin
adalah kota mekkah, tempat Nabi Muhammad menerima wahyu. Dengan empat ayat diatas,
Allah bersumpah dengan empat tempat penting, yaitu Tin, Zaitun, Tursina (bukit sanai)
dan kota Mekkah (Baladil Amiin), dimana tempat tersebut Nabi Ibrahim a.s, Musa
a.s, Isa a.s dan Nabi Muhammad saw menerima wahyu untuk memberikan bimbingan dan
pencerahan hidup pada umat manusia untuk menjaga manusia agar tetap berada dalam
kemuliaannya (Amiruddin, 2004).
Setelah Allah SWT
bersumpah menyebut tempat suci itu (Tin dan Zaitun) tempat memancarnya cahaya Tuhan
yang benderang, ayat-ayat ini seakan-akan menyampaikan pesan bahwa manusia yang
diciptakan Allah dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya akan bertahan
dalam keadaan seperti itu selama mereka mengikuti petunjuk-petunjuk yang di
sampaikan kepada para Nabi didalam tempat-tempat suci itu ( Tin dan Zaitun)
lalu pada ayat selanjutnya menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan bentuk sebaik-baiknya
(Shihab, 2003).
4.
Buah
Pisang
a.
Menurut Sains
Pisang merupakan tumbuhan terna raksasa, batang
merupakan batang semu, permukaan batang terihat bekas pelepah daun. tumbuhan
ini tidak bercabang, batangnya basah dan tidak mengandung lignin. pelepah daun
pada tumbuhan ini menyelubungi batang. Daun pisang memiliki bentuk daun yang
memanjang, yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar dibanding dengan bentuk
lanset yaitu dengan perbandingan panjang dan lebarnya adalah 21/2-3 : 1
(Suyanti; 2008).
Pisang
mengandung (68%) air, (25%) gula, (2%) protein, (1%), lemak dan minyak, (1%)
serat Selulosa. Sebagaimana juga ia mengandung pati dan asam tanin, vitamin A
(300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan
12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit
Vitamin Z. Dan pisang juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram),
Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng.
Manfaat Pisang Bagi Kesehatan daintaranya :
1)
Meningkatkan kekebalan tubuh
Vitamin A, C, dan B6 yang terkandung dalam pisang dapat
meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
2)
Obat hipertensi (tekanan darah
tinggi)
Kandungan kalium membantu mengatur keseimbangan cairan dan
elektrolit sehingga tekanan darah terkendali. Kandungan seratnya yang mampu
mengikat lemak dapat mencegah terbentuknya plak yang berdampak naiknya tekanan
darah.
3)
Mencegah penyakit jantung
Vitamin C dan flavonoid pada pisang yang bersifat
antioksidan mencegah oksidasi lemak penyebab penyakit jantung. Kaliumnya
merupakan tonik yang baik bagi jantung. Serat pektinnya ikut berpengaruh dalam
membantu menurunkan kolesterol.
4)
Kesehatan janin
Ibu hamil disarankan makan pisang karena kandungan asam
folatnya mudah diserap janin.
5)
Mengatasi anemia (kurang darah)
Buah ini juga mengandung zat besi. Dua buah pisang setiap
hari, cukup membuat penderita anemia terselamatkan.
6)
Mengatasi gangguan pencernaan
Pisang memiliki khasiat antasida serta mudah dicerna
sehingga baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam lambung. Penelitian di
Inggris terhadap hewan coba, hewan yang diberi makan pisang, dinding lambungnya
menjadi lebih kuat. Untuk itu pilihlah pisang yang manis seperti pisang raja.
Serat pada pisang melancarkan buang air besar. Vitamin B6-nya membantu
meredakan gejala diare.
7)
Menurunkan berat badan
Karbohidrat kompleks tidak menaikkan kadar glukosa dengan
drastis; juga rendah lemak sehingga aman untuk peserta program penurunan berat
badan. Asalkan, pisang tidak diolah dalam bentuk banana milk shake, pisang
goreng, ataupun kolak. Serat pada pisang juga menurunkan berat badan karena melancarkan
proses metabolisme.
b.
Menurut Al-Qur’an
Kata pisang (dalam bahasa Arabnya الموز) berasal dari
bahasa India (موزا), dan namanya dalam bahasa Arab adalah sebagaimana yang
tercantum dalam al-Qur’an, yaitu الطلح. Dan orang-orang Arab menyebutnya dengan Banan
(jari-jari), karena ia mirip dengan jari-jari kedua tangan. Dan ketika ia
sampai ke Eropa melalui jalur Spanyol, mereka (orang Eropa) menyebutnya dengan
kata dalam bahasa Arab yaitu Banana (pisang). Dan manusia telah mengenal pisang
semenjak ribuan tahun SM (sebelum Masehi), dan ada yang mengatakan bahwa ia
pada asalnya berasal India.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritkan tentang para
penghuni Surga dan kenikmatan yang dialami mereka dengan firman-Nya yang
artinya :
”Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan
kanan itu. Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang
yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang
tercurah.” (QS. Al-Waaqi’ah: 27-31).
Ayat di atas menjelaskan tentang keistimewaan buah
pisang yang merupakan salah satu buah khas surga. Begitu istimewanya buah
pisang sehingga disejajarkan dengan buah surga lainnya yaitu kurma, delima, dan
anggur. Al-Quran telah menyebutkannya sebelum penelitian tentang khasiat buah
pisang dilakukan (Herdiansyah; 2007).
Dan yang menjadi pendapat mayoritas Ulama dari
kalangan Shahabat dan Tabi’in adalah bahwa yang dimaksud dengan الطلح
adalah pisang. Dan ini adalah yang disebutkan oleh para ahli Tafsir seperti
ath-Thabari, ar-Razi, al-Qurtubi, Ibnu Katsir dan asy-Syaukani rahimahumullah.
Keistimewaan buah pisang yang ada di surga tersebut
belum tentu sama dengan buah-buahan yang ada di dunia. Namun keterangan
Al-Qur’an tentang buah-buahan khas surga tersebut mengingatkan kita kepada
janji Allah tentang surga dan segala kenikmatannya. Jadi, marilah kita bergegas
mengonsumsi buah surga yang satu ini (Herdiansyah; 2007).
5.
Buah
Delima
a.
Menurut Sains
Seperti
beberapa jenis buah lainnya delima mengandung banyak vitamin yaitu A,C, dan E.
Senyawa lain yang terdapat dalam buah ini adalah mineral dan kalsium yang baik
bagi tulang.Delima juga mengandung serat dan antioksidan yang baik untuk
mencegah radikal bebas.Selain itu buah ini juga mengandung karbohidrat, protein
dan lemak.
Manfaat buah delima
tak lepas dari kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Meskipun tidak
banyak orang yang mengkonsumsi buah ini mungkin karena belum mengetahui
manfaatnya. Berikut kilasan tentang manfaat buah ini.
1)
Mencegah osteoartritis
Beberapa studi menunjukkan bahwa sari buah delima dapat
mencegah kerusakan tulang rawan. Menurut penelitian di Case Western Reserve
University yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, ekstrak
delima menurunkan tingkat bahan kimia yang disebut interleukin-1b (IL-1b) dan
enzim yang mengikis tulang rawan dan membuat inflamasi. Para peneliti
mengatakan ekstrak buah delima mungkin dapat menghambat degradasi kartilago
pada osteoartritis.
2)
Mencegah penyakit Alzheimer
Buah delima mungkin mencegah dan memperlambat penyakit
alzheimer. Dalam sebuah studi, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan
penyakit Alzheimer diberi jus delima. Mereka mengakumulasi plak amiloid yang
lebih sedikit dan melakukan tugas-tugas mental yang lebih baik.
3)
Melindungi gigi
Penelitian menunjukkan bahwa minum jus delima mungkin
merupakan cara alami untuk mencegah plak gigi.
4)
Kontrasepsi alami
Studi laboratorium menunjukkan bahwa kelinci percobaan (guinea
pig) betina yang diberi makan buah delima tidak hamil setelah
dikawinkan dengan pejantan mereka. Penelitian itu juga menunjukkan
bahwa setelah 4 bulan tidak makan buah delima, kesuburan kelinci betina
kembali normal seperti semula.
5)
Sumber Nutrisi
Satu buah delima memiliki sekitar 40 persen kebutuhan
vitamin C harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, bersama dengan asam
folat, serat, kalium, niasin dan vitamin A dan E.
b.
Menurut Al-Quran
Beberapa sabda Nabi dan Firman Allah SWT yang menjelaskan mengenai delima
diantaranya :
Firman Allah s.w.t dalam surah Al-Rahman ayat 68 yang bermaksud:
“Di
dalam kedua-dua syurga itu terdapat buah-buahan, pokok kurma dan pokok delima.”
Firman Allah s.w.t dalam surah Al-An’am ayat 99 yang bermaksud:
“Dan
Dialah yang menurunkan hujan dari langit lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan
itu segala jenis tumbuh-tumbuhan, kemudian Kami keluarkan daripadanya tanaman
yang menghijau, Kami keluarkan pula dari tanaman itu butir-butir (buah) yang
bergugus-gugus; dan dari pohon-pohon tamar (kurma), dari mayang-mayangnya (Kami
keluarkan) tandan-tandan buah yang mudah dicapai dan dipetik; dan (Kami
jadikan) kebun-kebun dari anggur dan zaiton serta buah delima, yang bersamaan
(bentuk, rupa dan rasanya) dan yang tidak bersamaan. Perhatikanlah kamu kepada
buahnya apabila ia berbuah, dan ketika masaknya. Sesungguhnya yang demikian itu
mengandungi tanda-tanda (yang menunjukkan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang
beriman. (Al-An’am : 99)
Firman Allah s.w.t dalam surah Al-An’am ayat 141 yang bermaksud:
Dan Dialah
yang menjadikan kebun-kebun yang bersusun dan kebun-kebun yang tidak bersusun,
pokok kurma, tanaman-tanaman yang berlainan rasanya, pokok zaitun, dan pokok
delima yang serupa atau yang tidak serupa. Makanlah buahnya jika telah berbuah
dan bayarlah zakatnya di hari kalian memetiknya. Dan janganlah kalian melampaui
batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas .
(Al-An’am : 141)
Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud:
Makanlah
delima dengan kulitnya kerana sesungguhnya buah delima baik untuk penghadaman
perut (Diriwayatkan Ahmad, Baihaqi dan Ibnu Sunni)
Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud:
Tidaklah
buah delima yang ada pada kalian sekarang ini, melainkan sebahagian daripada
buah delima dari syurga (Diriwayatkan oleh Al-Dzabi)
Sabda Nabi Muhammad s.a.w yang bermaksud:
Makanlah buah delima dengan isinya, kerana ia dapat mencuci
penghadaman.(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)
Ada sejumlah atsar hadis tentang buah delima yang dinisbahkan kepada Rasullah
S.A.W atau kepada keluarga baginda. Sabda Nabi Muhammad S.A.W yang Bermaksud:
Buah
Delima adalah penghulu buah-buahan. Sesiapa yang makan buah delima, maka
syaitan menjadi marah selama 40 hari kerana jika syaitan makan buah delima,
maka dia tidak diikuti oleh seseorang.
Baginda bersabda:
Makanlah
buah delima dengan kulitnya. Sesungguhnya kulitnya dapat membersihkan perut
besar.Tidaklah sebutir biji buah delima berada di dalam perut seorang muslim,
melainkan dia akan meneranginya dengan mengusir syaitan serta godaannya selama
40 hari
Imam Ghazali mengajak manusia agar merenung tentang penciptaan buah
delima sebagai tanda kehebatan Allah S.W.T. dimana ia terbentuk seperti
katung-katung kecil segar, dengan bahagian bawahnya besar dan bahagian atasnya tipis
seperti tenunan halus dan akhirnya ia dibalut dengan kulit yang tebal
mengelilingi buah delima tersebut.
Hikmah penciptaan buah delima dengan percaturan yang sebegitu rupa
mempunyai nilai kehebatan yang tersendiri. Seandainya ia tidak dilapisi dengan
lapisan yang halus itu, sudah tentu sari makanan tidak dapat sampai kepada biji
buah delima tersebut. Dari sari makanan itulah, buah delima mempunyai rasa
manis tetapi akarnya sendiri mempunyai rasa yang amat pahit. Lapisan yang
membahagi ruang biji buah delima berfungsi untuk memelihara buahnya dan seluruh
biji buah tersebut diliputi dengan kulit keras tetapi rasanya agak pahit adalah
untuk menjaganya bebas daripada segala hama. Berikutan daripada kejadian ini
menunjukkan kepada kita bahawa setiap kejadian yang Allah ciptakan mempunyai
keistimewaan tersendiri.
6.
Mentimun
Mentimun atau ketimun (Cucumis
sativus L.) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan.
Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau
penyegar, tergantung jenisnya. Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan
dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya
sehingga berfungsi menyejukkan. Pada umumnya buah mentimun berwarna hijau
ketika muda dengan terdapat larik-larik putih kekuningan di seluruh bagian
buahnya. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai
putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari
bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buahnya bias dipanen ketika masih setengah masak . Buah
yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam. Kemudian biji
yang sudah mongering biasanya di gunakan untuk benih penanaman mentimun. Dan sebagai
obat alami untuk mengeluarkan cacing pita dari dalam saluran usus. Biji
mentimun juga memiliki sifat anti inflamasi yang efektif untuk pengobatan
pembengkakan selaput lendir hidung dan tenggorokan.
c.
Menurut Sains
Hasil penelitian modern menyebutkan
bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat.
Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi,
magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.
1)
Kandungan
Nutrisi Mentimun.
Tabel berikut ini menjelaskan nilai
nutrisi yang dikandung 100 gram mentimun segar:
Unsur
|
Kadarnya
|
Unsur
|
Kadarnya
|
Air
|
95,6 gr
|
Protein
|
0,8 gr
|
Lemak
|
0,1 gr
|
Karbohidrat
|
3 gr
|
Asam serabut
|
0,6 gr
|
Vitamin
|
200 SI
|
Vitamin B1
|
0,04 mgm
|
Vitamin B2
|
0.05 mgm
|
Nicotinic Acid
|
0,18 mgm
|
Vitamin C
|
10 mgm
|
Potassium
|
140 mgm
|
Kalsium
|
10 mgm
|
Besi
|
0,3 mgm
|
Fosfor
|
21 mgm
|
Kandungan
cairan yang tinggi hidrat tubuh dan membuat kulit tampak berseri. Asupan
mentimun Reguler yang baik untuk arthritis, asam urat dan eksim. Mentimun yang
baik dapat mengendalikan diabetes. Karena banyak mengandung bahan penting itu,
mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu,
ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Jus mentimun bersifat
mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam. Juga menurunkan
tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan. Ia
juga merupakan peluruh kencing yang baik, sementara irisan mentimun yang
dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam
pada kantung mata akibat kurang tidur.
Masker
wajah dengan mentimun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan
sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila
secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa
berkhasiat menghilangkan selulit.
Beberapa
khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa Hadist Nabi maupun dalam
Al Qur`an yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan
kecantikan.
d.
Menurut Al-Quran
Banyak terdapat khasiat tersembunyi
dari mentimun dan khasiat ini juga
dibahas dalam beberapa Hadist Nabi Muhammad saw maupun dalam al-Qur`an yang
pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. Dalam
bahasa arab mentimun atau timun (Cucumis sativus L.) ini dikenal dengan
nama qitsa’ atau khiyar. Banyak terdapat ayat al-qur’an yang menjelaskan soal
manfaat mentimun ini. Tetapi segelintir orang banyak yang kurang memahaminya.
Dalam ayat al qur’an Allah saw telah
menyebutkan fakta sayuran ini dalam surat al-Baqarah [2]:61:
“Dan (ingatlah), ketika kamu
berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam
makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia
mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya,
ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa
berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih
baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu
minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka
mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak
dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan
melampaui batas “ (Surat Al Baqarah Ayat 61).
Dalam ayat di atas telah di jelaskan
bahwa sanya sesungguhnya buah mentimun telah ada sejak dahulu kala pada zaman
kaum nabi Musa . Nabi Musa membuka pilihan pada kaumnya dan menawarkan kepada
kaumnya jika kaumnya ingin memilih makanan yang mewah maka nabi Musa
mempersilahkan mereka untuk pergi ke Mesir yang pada saat itu Mesir menjadi
Kota yang menyediakan semua kebutuhan manusia pada saat itu, namun resiko yang
harus mereka tanggung adalah mereka akan di perbudak dan dihina di kota itu.
Seperti perintah dalam kata اهْبِطُواْ (iɦbithŭw,
turunlah) Nabi Musa memerintahkan
kaumnya.
Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentimun sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk
kesehatan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya, mengkombinasi
mentimun dengan kurma yang segar untuk
menjaga kesehatannya. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW
sering melakukannya.
كَانَ يَأْكُلُ
الْقَثَاءَ بِالرُّطَبِ
Dari
Aisyah bahwasanya, “Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma
basah.” (Riwayat Tirmidzi)
Menurut
beberapa sumber menjelaskan bahwa Shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengkombinasikan keduanya untuk meningkatkan berat badannya yang semula kurus
menjadi lebih berisi. Dan ada hadist lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat senang mengkonsumsi mentimun.
كَانَ
يَأْكُلُ الرُّطَبَ مَعَ الْحِربِزِ يَعْنِى الْبِطِّيْحَ
“Saya melihat
Nabi memakan mentimun dengan korma yang masak.” (Bukhari dan Muslim)
Dan
dalam sebuah riwayat lain telah disebutkan bahwa ketika Aisyah Radhiyallahu
‘anha (RA) hendak dipertemukan dengan Rasulullah SAW, beliau di anjurkan rutin
mengonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang lebih berisi
untuk menyenangkan hati Rasulullah SAW . Karena pada itu tubuhnya kecil dan
kurus.
Aisyah
berkata, “Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak
mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil
sehingga aku memakan mentimun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk
dengan bentuk yang ideal.” (Riwayat Ibnu Majah)
e.
Manfaat
Adapun manfaat dari buah mentimun
antara lain:
1)
Kandungan
95% air pada mentimun membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengatur suhu tubuh
2)
Kandungan
jus timun dapat melancarkan air seni
3)
Kandungan
asam askorbat dan asam kafeik pada timun dapat menurunkan tingkat retensi air
sehingga mengurangi bengkak di bawah mata
4)
Kandungan
serat makanan dalam mentimun dapat mengusir racun dari sistem pencernaan
5)
Kandungan
kulit timun merupakan sumber asupan silika yang meningkatkan kesehatan
persendian dengan memperkuat jaringan ligame
6)
Kandungan
enzim erepsin mentimun membantu pencernaan protein
7)
Timun
mengandung lariciresinol, pinoresinol, secoisolariciresinol dapat mengurangi
resiko kanker payudara, kanker prostat, kanker uterin dan kanker ovarium
8)
Kandungan
potasium, magnesium, dan serat timun dapat membantu menjaga tekanan darah tetap
normal. baik untuk mengobati tekanan darah rendah / tinggi
9)
Kandungan
dari biji mentimun dapat mengusir cacing pita di saluran usus dan bermanfaat
sebagai antiinflamasi serta efektif dalam pengobatan pembengkakan selaput
lendir dan tenggorokan
10)
Kandungan
elektolit intra selulertimun merupakan bahan makanan ramah terhadap Jantung.
membantu mengurangi tekanan darah dan laju detak jantung
11)
Kandungan
vitamin A, B1, B6, C, D serta folat, magnesium, dan kalsium timun dicampur
dengan jus wortel mengurangi nyeri sendi dengan menurunkan asam urat
12)
Mengkonsumsi
mentimun mentah meningkatkan air liur berfungsi menetralisasi asam dan basa
13)
Kandungan
Timun bermanfaat bagi penderita diabetes karena mengandung hormon yang
diperlukan oleh sel pankreas untuk menghasilkan insulin
14)
Kandungan
air pada buah timun sebagai diuretik yang membantu pembuangan toksin ( racun )
dan limbah metabolisme dalam tubuh melalui keluarnya urin
15) Kandungan senyawa sterol timun dapat membantu menurunkan kadar
kolesterol darah
Berdasarkan
integrasi al qur’an dan hadist di atas telah memberi pengetahuan tentang mentimun
pada zaman Nabi dan kegunaannya sebagai pengobatan islam yang alami pada masa
itu. Dan dengan bekal petunjuk yang telah di jelaskan pada al qur’an dan hadist
saat ini para peneliti bootani telah mengembangkan tentang manfaat dari buah
mentimun itu sendiri.
Banyak
sekali kandungan yang menyehatkan pada buah mentimun bahkan tidak hanya
terdapat pada bagian buah saja melainkan juga pada akar batang dan daun
mentimun juga terdapat khasiat tertentu bagi yang mengkonsumsinya sebagai obat.
Berikut salah satu manfaat dari buah mentimun:
Menurut
Hamzah (2007) Mentimun mengandung banyak air. Bila rata-rata berat mentimun
adalah 250 gr, maka mengonsumsi satu buah mentimun dapat mencukupi kebutuhan
air untuk sekitar 2 jam pada orang dewasa atau kurang lebih 10% dari total
kebutuhan harian pada aktivitas dan suhu normal. Dari berbagai penelitian
diketahui bahwa kekurangan air sekitar 2% saja dapat menurunkan kemampuan daya
ingat dan konsentrasi. Ini akan menimbulkan kelelahan dan tidak nyaman. Karena
ketimun ini jumlah kadar airnya juga banyak, tinggi, sehingga dia bisa
melancarkan buang air kecil. Dia bisa sebagai detoksifikasi, membuang racun di
dalam kandung kemih. Dia bisa menurunkan hipertensi dan kolesterol dalam jumlah
yang banyak. Dia juga melancarkan buang air besar, bisa memberikan rasa kenyang
yang lama. Mentimun yang sifatnya dingin dapat juga dipakai untuk mengobati
gigitan serangga, gatal-gatal karena tumbuhan, dan meredamkan kulit yang
terbakar matahari. Bagian tubuh yang tersiram air panas pun, jika dibalut
dengan parutan daging mentimun, akan dengan cepat terobati.
Al
Qur’an, merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat firman-firman
Allah yang Agung beserta hadist- hadist nabi yang berisi sabda nabi telah
memberitahukan bahwa sesungguhnya buah mentimun (Cucumis sativus L.)
disebutkan dalam Al Qur’an dan beberapa hadits Nabi, dan buah mentimun (Cucumis
sativus L.) ternyata memiliki khasiat dan manfaat yang sangat banyak bagi
kesehatan , kebugaran maupun kecantikan. Tidak hanya yang di sebutkan di atas
tetepi masih banyak lagi manfaat yang lainnya
7.
Kurma
Kurma, (Arab: تمر, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma
(Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya
tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini
berasal dari tanah sekitar Teluk Persia. Pohonnya berukuran sedang dengan
tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada
sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5
m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun
muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan
penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m.
a.
Menurut Sains
Setiap 100 gram kurma segar dapat
mengandung sumber vitamin C dan energi sebesar 230 kcal (960 kJ). Air yang
terkandung dalam kurma relatif sedikit dan hal ini tidak menjadikannya jauh
lebih pekat pada saat proses pengeringan berlangsung, meskipun vitamin C-nya
akan hilang. Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq,
Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko.
Berdasarkan penelitian biokimia,
ditemukan bahwa satu bagian kurma mengandung 20-24% air; 70-75% gula; 2-3%
protein; 8,5% serat; dan sedikit kandungan lemak jenuh (lechitine). Kurma juga
mengandung kalium yang berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah dan masih
banyak fungsi lainnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Kurma mengandung hormon bitosin yang
membantu gerak peristalik dalam jaringan darah dan rahim. Dalam kurma juga
terdapat serat makanan, zat besi dan hidrat arang, niasin, dan mineral
kalsium.Kurma juga mengurangi tekanan darah. Kurma sungguh bermanfaat bagi
wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami.
b.
Menurut Al-Quran
Dalam Al-Qur’an disebutkan dalam
surat Maryam 23-25 :
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ
النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا
مَنْسِيًّا
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia [bersandar] pada
pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum
ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan“. (23)
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي
قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu
bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
(24)
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ
تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu
akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (25)
Dokter Muhammad an-Nasimi dalam
kitabnya, ath-Thibb an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu
Modern) mengatakan: “Hikmah dari ayat ini secara kedokteran adalah, perempuan
hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya
akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan
mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang
lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak
rahim dan menambah masa sistolennya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke
pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma
basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat
oleh tubuh.”
c.
Manfaat
Kurma matang mengandung gula sekitar
80%, sisanya terdiri dari protein, lemak dan produk mineral termasuk tembaga,
besi, magnesium dan asam folat. Kurma
kaya dengan serat dan merupakan sumber kalium yang sangat baik.
1)
Lima
butir kurma (sekitar 45 gram) mengandung sekitar 115 kalori, hampir semuanya
dari karbohidrat.
2)
Kaum
Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang
sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.
3)
Buah
kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus.
4)
Kandungan
serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus denganmengurangi
paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
5)
Sebagai
makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar
dan mencegah konstipasi.
6)
Kurma
mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui bersifat
anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
7)
Kurma
adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat
penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit tetap
sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A diketahui membantumelindungi dari kanker
paru-paru dan rongga mulut.
8)
Kurma
merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen darihemoglobin
di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
9)
Kalium
dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu
mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan
perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.
10)
Kalsium
merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan dibutuhkan
oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan konduksi impuls saraf.
11)
Mangan
digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim antioksidan
superoksidan dismutase.
12)
Tembaga
diperlukan dalam produksi sel darah merah.
13)
Magnesium
sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
14)
Kurma
kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu piridoksin (vitamin B-6), niacin, asam
pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh dalam metabolisme
karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting dalam pembekuan
darah dan metabolisme tulang.
8.
Buah
Khuldi
Pembahasan mengenai buah
khuldi dibawah ini untuk menjawab pertanyaan dari Nasrullah yang pertanyaannya
adalah mengapa buah khuldi diharamkan? Apakah buah khuldi ada di bumi?
Menjadi buah yang
melegenda, buah Khuldi yang tertulis dalam kitab Suci Al-Qur'an memang masih
menyimpan misteri atau teka-teki. Buah inilah yang menyebabkan Nabi Adam As dan
istrinya, Siti Hawa harus diturunkan dari surga ke bumi yang melanggar perintah
Allah SWT karena memakan buah tersebut.
Ditengah misteri ini memunculkan spekulasi tentang buah Khuldi
itu sendiri hingga mencuat beberapa nama buah di bumi yang dianggap sebagai
buah Khuldi. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pohon gandum. Ada yang mengatakan,
pohon anggur. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah pohon tin. Namum tidak ada
yang bisa memastikan apa dan bagaimana buah Quldi tersebut. Wallahualam.
Di kisahkan dalam Kitab
Suci Al-Qur’an bahwa Allah SWT memperbolehkan Adam dan Istrinya memakan apa
saja yang ada di surga dan tidak membatasi jumlah dan jenisnya. Namun mereka
dilarang untuk mendekati terlebih memakan buah dari satu jenis pohon Allah SWT.
“Dan Kami berfirman:”Hai
Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanan
yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati
pohon ini yang menyebabkan kami termasuk orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah: 35)
Beberapa ciri yang
disebutkan adalah bahwa pohon terlarang ini jenis pohon kayu, namun ia juga
menghasilkan buah. Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya di surga terdapat
sebuah pohon yang apabila seorang pengendara dibawahnya kerindangannya berjalan
selama seratus tahun namun belum bisa mengitarinya yaitu pohon khuldi.”
(HR.Ghandar dan Hajjaj dari Syu’bah)
Sebenarnya Allah tidak menyebutkan
nama pohon tersebut adalah buah Khuldi. Nama Khuldi sendiri merupakan pemberian
iblis yang menyesatkan kedua manusia tersebut.
Hal ini dijelaskan dalan Surah Taha Ayat 20.
“Kemudian syaitan
membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: Hai Adam, maukah saya
tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan pernah binasa?”
(Q.STaha: 20)
”Tuhan kamu tidak
melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi
malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalamnya).” (QS.Al Araf:
20)
Ternyata rayuan ini cukup
menggoyahkan keduanya meski sudah diperingatkan oleh Allah SWT. Padahal iblis
hanya merayu melalui bisikan dan tidak menampakkan diri di hadapan Nabi Adam,
melainkan hanya membisikkan ke dalam pikirannya saja.
Setelah memakan buah ini,
Nabi Adam lalu merasakan sakit perut karena ingin buang hajat. Padahal lazimnya
penduduk surga adalah tidak pernah merasakan ingin buang hajat. Pasalnya surga
adalah tempat suci tanpa noda apalagi najis kotoran dan orang yang memakan
buah-buahan di surga tidak akan menimbulkan sakit perut.
Nabi SAW pernah bersabda;
”Adam kemudian bergerak mengitari surga, dan Allah mengutus malaikat untuk
menangainya. Adam as. Pun menjawab; ”Aku ingin membuang kotoran yang menusuk
dalam perutku.” Difirmankan kepada malaikat; ”Katakan padanya, dimana kamu
ingin membuangnya! Diatas tempat tidurkah, tahta, sungai-sungai atau dibawah
pepohonan. Apakah ada tempat yang pantas untuk itu! Maka turun sajalah ke
dunia,”
Itulah sebabnya, meski
Allah sudah menerima maaf Nabi Adam atas kesalahannya melanggar larangan
mendekati pohon khuldi, tetapi efek dari memakan buah tersebut tidak bisa
dihindari. Aurat-auratnya tersingkap dan ia harus membuang hasil makanannya
tersebut di tempat selain surga. Maka turunlah Nabi adam dan Siti Hawa ke bumi.
Ahli tafsir lalu
menyimpulkan bahwa buah ini berasal dari bumi. Pasalnya sifat utama dari buah
tersebut adalah dapat membuat manusia lupa diri dan menghidupkan sifat hawa
nafsu lawamah. Karena sifat nafsu lawamah ini adalah menghidupkan hawa nafsu
ragawi yang melekat pada sifat-sifat unsure hara tanah, sifat-sifat dasar tanah
yang berasal dari permukaan bumi, yang mana sebelumnya Allah sudah menjelaskan
bahwa satu-satunya tempat yang layak dijadikan tempat membuat kotoran adalah
bumi.
Dan ketika adam memakan
buah tersebut, maka nabi adam itu sudah tidak suci lagi sebagaimana kesucian
para mahluk Allah yang mendiami surga. Maka dari itu, seketika wujud nabi adam
yang sebelumnya suci maka sudah berubah menjadi wujud mahluk yang kotor, karena
sifat kotor yang melekat pada unsure tanah dari bumi tadi. Maka nabi adam sudah
tidak layak lagi menempati surga, ia hanya pantas mendiami bumi yang didalamnya
memiliki kesamaan sifat dasar, yaitu sama-sama berasal dari segenggam tanah.
Sebenarya buah Khuldi
merupakan cobaan dari Allah SWT terhadap Adam dan Istrinya Hawa. Karena
ketaatan kepada Allah merupakan harga mati yang tidak boleh dilanggar oleh
makhluk-Nya. Padahal pada hakikatnya manusia memang ditakdirkan Allah SWT untuk
menjadi pemimpin di bumi dan bukan menjadi pemimpin di surga.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan paparan
makalah mengenai buah-buahan dalam islam, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Buah adalah cadangan makanan dari tumbuhan yang dimanfaatkan manusia
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
2.
Kata buah terdapat pada Al-Quran Surat Fatir: 27 yang artinya: “Tidakkah
kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan
dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara
gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya
dan ada (pula) yang hitam pekat.”
3.
Beberapa buah tercantum dalam Al-Quran diantaranya yaitu buah tin,
zaitun, kurma, pisang, delima, mentimun dan anggur.
4.
Buah-buahan tersebut memiliki manfaat dan khasiatnya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2013. Tersedia dalam : http://jendelauntukkita.blogspot.co.id/2013/04/kandungan-nutrisi-dan-manfaat-buah.html, diakses pada 20 Desember 2016 pukul 11.19 WIB
Cahyono,
B. 2006. Timun. Semarang: Penerbit CV Aneka Ilmu.
Hamzah,
Muhammad Masnur. 2007. Mentimun. Jakarta: Mizan
Herdiansyah, Heri. 2007. The
Miracle: mengungkap Rahasia Makanan dan Minuman Berkhasiat dalam Al-Quran. Jakarta:
Zikrul Hakim
Heri
Purwanto dan Nawangsih, Abdjad Asih. 2001. Sayuran Jepang. Jakarta: PT.
Penebar Swadaya.
Rukmana,
R. 1995. Budidaya Mentimun. Yogyakarta : Kanisius.
Suyanti dan Ahmad Supriyadi. 2008. Pisang,
Budidaya, Pengolahan dan Prospek Dasar. Depok: Penebar Swadaya.
Langganan:
Postingan (Atom)